Selamat Memberi Diri Kita PadaNya Hari Ini dan yang Terbaik BagiNya

Selamat memberi diri kita padaNya hari ini dan yang terbaik bagiNya

Selamat Memberi Diri Kita PadaNya Hari Ini dan yang Terbaik BagiNya

Selamat Memberi Diri Kita PadaNya Hari Ini dan yang Terbaik BagiNya 2560 1600 Pastor John Sihombing

Selamat memberi diri kita padaNya hari ini dan yang terbaik bagiNya – Numbers 4:1‭-‬3 NIV

The Lord said to Moses and Aaron: “Take a census of the Kohathite branch of the Levites by their clans and families. Count all the men from thirty to fifty years of age who come to serve in the work at the tent of meeting.

Usia para Lewi yang dipersiapkan sejak pada bulan pertama setelah kelahirannya. Namun pelayananya dalam Kemah Suci memerlukan berumur tiga puluh tahun sampai lima puluh tahun.

Pelayanan Allah membutuhkan mereka yang sejak masih sangat muda untuk di dedikasikan untuk kemudian yang sudah dewasa merupakan orang-orang yang terbaik dan kuat dari sisi usianya.
Ini menegaskan pada kita bahwa tanggungjawab orangtua dalam mempersiapkan dan pelayanan yang terbaik setelah kita menjadi dewasa begitu penting.

Ini berbeda dengan mereka yang suka menunda panggilan mereka, menunda pertobatan bahkan menunda membesarkan anak dalam kerohanian sehingga kita pada akhirnya membiarkan pekerjaan terbaik dilakukan pada saat yang paling buruk.

Dari sejak kecil sukar menemui jemaat atau para hamba Tuhan sekalipun yang punya saat teduh keluarga. Masih juga sulit menemukan yang mau Saat Teduh pribadi tanpa buku renungan tertentu.

Masuk STT sebagai pilihan terakhir, pelarian, ada masalah dan disuruh orang tua lalu masuk nggak mau berubah, ketemu dosen dan ajaran yang tidak mengubahkan dan hanya fokus akademis. Masuk Universitas Kristen tapi kelakuan nggak Kristen dan ujian salah satu matakuliah dan buat thesis atau KTA S-2 pun menyontek. Lulus dengan percepatan dan ijazah aspal dan tujuan ‘asal lulus’.

Berbagai hal dilakukan bukan dalam ‘menghitung pertumbuhan rohani seseorang tapi program ke program. Bukan dari usia dini tapi usia yang sudah ditentukan sendiri dan tidak ada yang menyiapkan. Kalau udah usia 40 lewat udah tidak bisa direkrut lagi. Kalau Sekolah Kristen butuh 1st graduate biar bayar murah tapi tidak tanggungjawab soal moral, kedewasaan, apalagi rohaninya..yang penting training dan training. Nggak tanggungjawab sama anak, orangtua apalagi sama Tuhan.

Ada masih banyak lagi praktek-praktek dalam rekruitment, persiapan dan kesiapan seolah manusia sudah menghitungnya dengan benar. Padahal hitungannya selalu soal budget, ekonomis, efesiensi dan efektifitas. Manusia dikalahkan oleh manusia lain dengan robot dan sistim. Alhasil manusia tidak lagi pusatnya apalagi Tuhan dalam mengfungsikan sesuatu.

Mengapa kita tidak suka melibatkan Tuhan dalam memperhitungkan sesuatu sejak awalnya dan saat kita mengganggap segala sesuatu sudah berakhir; saat kita masih sangat muda dan saat kita bukan pada ‘usia produktif lagi’; saat kita seharusnya memberikan yang terbaik maupun saat kita sudah memberikan yang terburuk dan tidak mungkin dipakai Tuhan lagi? Bagaimana dengan karunia Tuhan yang diberikan bagi tubuh-Nya untuk kita melayaniNya? Siapakah yang sungguh menentukan kita memberikan yang terbaik bagiNya? Apa itu Tuhan atau manusia? Selamat memberi diri kita padaNya hari ini dan yang terbaik bagiNya

Share
About the author

Pastor John

Pastor, Biblical Studies Teacher, Devotional Writer and Podcasters, Missional Orientation, Counselor, Song Composer and Worshiper

Leave a Reply

Back to top