Berbahagialah Orang yang Dianiaya oleh Sebab Kebenaran

erbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran

Berbahagialah Orang yang Dianiaya oleh Sebab Kebenaran

Berbahagialah Orang yang Dianiaya oleh Sebab Kebenaran 960 540 Pastor John Sihombing

Kedelapan, Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu, ay.10-12.

Seorang yang mengalami “aniaya oleh sebab kebenaran” mengakibatkan seseorang mencapai tingkat tertinggi kepuasan dari kebahagiaan (ay. 10). Ini berbicara tentang kebahagaan surgawi, kebahagiaan Kerajaan Allah.

Piramida Ucapan Bahagia

Kita melihat piramid ucapan bahagia itu ada dalam penderitaan karena kebenaran. Itu berarti ia menjadi orang yang menderita karena Kristus yang juga Sang Firman yang adalah kebenaran. Pada tahap ini, ia bukan hanya menjadi orang yang lapar dan haus akan kebenaran, (ay. 6) namun kebenaran itu tampil dalam hidupnya sehingga mereka yang menolak Kristus dan Firman akan membuatnya menderita. Pada tahap ini orang yang menderita karena kebenaran itu dipastikan memiliki Kerajaan Allah – Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga..

Pada kenyataan yang terjadi belakangan ini, kebenaran tidak lagi dilihat dari sejauh mana seseorang hidup haus dan lapar akan kebenaran, apalagi menderita karena kebenaran melainkan sukses dilihat dari pemenuhan puncak piramid Abraham Maslow. Kata-kata bijak manusia, falsafah hidup, kebenaran umum, persetujuan manusia yang berpengaruh, kaya, berkuasa, berpendidikan tinggi, staff ahli, hamba Tuhan terkemuka menjadi ukuran kebenaran. Padahal tidak ada satu dari mereka yang memiliki tanda-tanda milik Yesus di tubuhnya (Galatia 6:17).

Mulai Dari Sekarang

Keadaan bahagia ini dimulai pada saat seseorang percaya pada Yesus Kristus bagi keselamatannya. Hal ini mendemonstrasikan kenyataan bahwa janji-janji  mengenai kerajaan Surga di ayat tiga sampai sepuluh ada pada saat ini. Sementara dalam kehidupan ini seseorang dapat menikmati akibat-akibat dari mengimplementasikan  kebenaran-kebenaran ini, lalu kondisi yang paling akhir dari kebahagiaan akan dialami kelak dalam surga (ay. 12). Untuk menutup khotbah ini saya ingin mengutip Roma 18:8.

Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

Selamat berbahagia..

Berbahagialah Orang yang Membawa Damai, Karena Mereka akan Disebut Anak-Anak Allah

Berbahagialah Orang yang Membawa Damai, Karena Mereka akan Disebut Anak-Anak Allah

Video Sermon: New Normal, New Characteristic

New Normal, New Character
Share
About the author

Pastor John

Pastor, Biblical Studies Teacher, Devotional Writer and Podcasters, Missional Orientation, Counselor, Song Composer and Worshiper

Leave a Reply

Back to top