Berbahagialah Orang Yang Miskin Di Hadapan Allah, Karena Merekalah Yang Empunya Kerajaan Sorga

Berbahagialah Orang Yang Miskin Di Hadapan Allah

Berbahagialah Orang Yang Miskin Di Hadapan Allah, Karena Merekalah Yang Empunya Kerajaan Sorga

Berbahagialah Orang Yang Miskin Di Hadapan Allah, Karena Merekalah Yang Empunya Kerajaan Sorga 960 540 Pastor John Sihombing

Berbahagialah Orang Yang Miskin Di Hadapan Allah, Karena Merekalah Yang Empunya Kerajaan Sorga (Matius 5:3). Kebahagiaan Kerajaan Allah itu hadir bukan karena ketidakmampuan seseorang secara materi. Dunia mengenal kemiskinan jasmani tetapi tidak mengenal kemiskinan rohani, ay. 3. Kemiskinan yang dimaksud di ayat 3 ini adalah kemiskinan rohani. Kemisikinan yang menunjukkan bahwa kita sunguh-sungguh membutuhkan Tuhan.

Dunia mengenal dukacita terhadap suatu peristiwa yang menyedihkan tapi tidak mengenali kedukaan yang merupakan tanda untuk berbalik dan bergantung pada-Nya, ay. 4.  Sebuah dukacita menyertai kehilangan dan pertobatan atas dosa-dosa kita. Keduanya membawa seseorang menyadari siapa dirinya dihadapan Allah dan rencana-Nya yang akan memberikan penghiburan bagi orang-orang yang sungguh-sungguh membutuhkan-Nya. Kita dihibur karena jalan keselamatan dan pengampunan bersumber dari pada-Nya.

Haus dan lapar akan Firman

Seseorang yang memiliki kebahagiaan kerajaan Allah akan haus dan lapar akan Firman Tuhan. Pembuktian terbaliknya ada pada frasa “kerajaan Allah”. Karena tidak ada yang betah berada dalam KerajaanNya jika di dunia yang sementara ini tidak haus dan lapar akan Firman Tuhan.

Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga – Karena itu pula tidak ada hal apapun yang bisa ditonjolkan atau disombongkan karena mereka yang memiliki Kerajaan Allah itu pastilah orang yang miskin secara rohani. Kita bisa saja mencoba mengukur orang lain menurut status ekonomi, pendidikan, gelar, jabatan, kedudukan, kekuasaan tapi jangan pernah bawa itu dihadapan Tuhan.

Hal ini sejajar dengan apa yang di sampaikan Yohanes, “Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,..” Wahyu 3:17. Identitas yang memunculkan kebahagiaan anda dan saya itu terletak bukan tentang kaya atau tidaknya saudara secara jasmani namun secara rohani. Kita perlu mengerti akan hal ini.

Yang Kedua

Berbahagialah Orang Yang Berdukacita, Karena Mereka Akan Dihibur

Berbahagialah Orang Yang Berdukacita, Karena Mereka Akan Dihibur 960 540 Pastor John Sihombing

Lebih mudah jika kita melihat ucapan bahagia kedua ini setelah yang pertama. Karena setelah apa yang dicari dalam kemiskinan itu adalah hal-hal rohani maka dalam berbagai jenis kedukaan yang kita alami selalu ada harapan untuk mendapatkan penghiburan…

New Normal, New Character - Sermon Video & Writing

Pandemi ini mengajarkan kita bahwa banyak hal berubah. Tuhan mengijinkannya untuk berubah tetapi apakah kita bisa berubah. Ketika kita melihat Tuhan dalam keadaan “normal baru” ini maka…
New Normal, New Character - Sermon Video & Writing
Share
About the author

Pastor John

Pastor, Biblical Studies Teacher, Devotional Writer and Podcasters, Missional Orientation, Counselor, Song Composer and Worshiper

Leave a Reply

Back to top